Loading...
Kantor APEX Islamic Micro Finance, Jalan Saosao, depan Kantor BPK Perwakilan Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Senin - Jumat: 9.00 - 17.00 WIBSabtu: 10.00 - 13.00 WIBMinggu: Tutup/Libur

APEX IMF – LPDB Koperasi Bahas Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro KDKMP

APEX IMF – LPDB Koperasi Bahas Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro KDKMP

APEX IMF – LPDB Koperasi Bahas Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro KDKMP

Amaluddin M.,ST |30/04/2026|Berita dan Edukasi

KENDARI, rakyatsultra.fajar.co.id - Kementerian Koperasi RI melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi bersama Ketua Inkopsyah APEX Islamic Micro Finance (IMF) mengelar agenda FGD pembahasan penyusunan pedoman penyaluran pembiayaan Ultra Mikro oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Rabu (15/4), dipimpin langsung Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto dan turut dihadiri sejumlah pimpinan pusat koperasi, bertempat di Ruang Rapat Utama Lt.4 LPDB, Jakarta.

Ketua APEX IMF Amaluddin M. ST ditemui usai kegiatan menuturkan, pertemuan merupakan tindaklanjut atas masuknya KDKMP ke tahap operasionalisasi. Sehingga diperlukan mekanisme dan skema penyaluran pembiayaan ke KDKMP.

Dari hasil pembahasan tersebut, sebutnya disepakati model penyaluran pembiayaan ke Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih melalui Koperasi Sekunder yang menjadi mitra LPDB.

undefined

Tindaklanjut dari pembahasan tersebut, dalam waktu dekat ini, LPDB Koperasi akan menerbitkan buku manual terkait pedoman penyaluran pembiayaan ke KDKMP. Buku manual ini sebagai panduan bagi KDKMP, yang akan menjalankan pembiayaan di gerai simpan pinjam.

Pendiri Koperasi Amanah Sultra ini menyampaikan, pedomen tersebut merupakan bagian dari langkah LPDB Koperasi memperkuat perannya mendukung pengembangan KDKMP melalui penyaluran dana bergulir yang akuntabel, terukur, dan berkelanjutan.

“Koperasi Sekunder sebagai aggregator sangat berperan penting, yang menghubungkan produksi, distribusi hingga modal. Sebab KDKMP tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sebuah ekosistem melalui dukungan pembiayaan yang tepat dan juga berkelanjutan,” ujarnya yang juga Ketua Tim Pendamping Profesional KKMP Kota Kendari.

Inkopsyah APEX IMF lanjutnya, telah memiliki model dalam pendampingan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), sehingga KKMP di Kota Kendari telah terdigitalisasi. Dengan pola pendampingan APEX IMF, sejumlah KKMP juga telah operasional dalam menjalankan gerai sembako.

Model pendampingan APEX IMF kepada KKMP di Kota Kendari, juga akan diimplementasikan secara nasional. Dimana APEX IMF sebagai koperasi sekunder menjadi aggregator bagi koperasi primer.

Sebagai satu entitas koperasi, APEX IMF menjadi perantara, memudahkan pengguna/bisnis mengakses banyak pilihan layanan yang tersedia melalui dasbor atau akun tunggal untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto sebelumnya menegaskan, skema penyaluran dana bergulir ke KDKMP berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi Nomor 9 Tahun 2025.

Dengan masuknya KDKMP ke tahap operasional, maka LPDB juga memastikan kesiapan ekosistem kelembagaan dan infrastruktur pendukung di daerah, melalui monitoring, verifikasi dan validasi, serta dan tinjauan lapangan secara intensif.

Dalam rangka memastikan penyaluran dana bergulir berjalan secara tepat sasaran, LPDB Koperasi juga melakukan inovasi melalui penerapan Innovative Credit Scoring (ICS).

Sistem ini diintegrasikan dengan menu pembiayaan dalam platform Simkopdes, sehingga proses penilaian kelayakan pembiayaan menjadi lebih cepat, objektif, dan berbasis data.

Penerapan innovative credit scoring ini merupakan langkah strategis LPDB Koperasi dalam memperkuat akuntabilitas sekaligus melakukan mitigasi risiko dalam penyaluran dana bergulir kepada KDKMP.

Transformasi skema pembiayaan menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi desa.

“Kami memastikan bahwa setiap penyaluran dana bergulir kepada KDKMP dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan berbasis data. Melalui penerapan innovative credit scoring yang terintegrasi dalam sistem Simkopdes, LPDB Koperasi tidak hanya mempercepat proses pembiayaan, tetapi juga memperkuat mitigasi risiko serta memastikan dana bergulir benar-benar produktif dan berkelanjutan,” ujar Krisdianto.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, LPDB Koperasi optimistis KDKMP dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemandirian koperasi. AGS-INT/RS