Loading...
Kantor APEX Islamic Micro Finance, Jalan Saosao, depan Kantor BPK Perwakilan Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Senin - Jumat: 9.00 - 17.00 WIBSabtu: 10.00 - 13.00 WIBMinggu: Tutup/Libur

Ketua APEX Islamic Micro Finance Dorong Transformasi Digital BMT

Ketua APEX Islamic Micro Finance Dorong Transformasi Digital BMT

Ketua APEX Islamic Micro Finance Dorong Transformasi Digital BMT

Amaluddin M.,ST |21/04/2026|Berita dan Edukasi

KENDARI - Pendiri Inkopsyah APEX Islamic Micro Finance Amaluddin M., ST didaulat menjadi pengurus pusat Asosisasi BMT Se-Indonesia (Absindo) dengan jabatan sebagai Ketua 4 Bidang Jaringan dan Ekosistem BMT, masa bakti 2026-2030 di bawah kepemimpinan Adhy Suryadi selaku Ketua Umum Absindo. 

Kepengurusan baru BMT Indonesia diputuskan dalam forum Kongres Nasional berlangsung di Hotel Burza Yogyakarta, 17–18 April 2026, dihadiri 127 peserta utama yang berasal dari 14 provinsi. 

Tiga nama yang mendampingi ketua umum diposisi Ketua yakni Ketua 1 (Bambang Edi Asmoro) Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Ketua 2 (Nyadin) Bidang Advokasi, Ketua 3 (Deni I.S) Biadng Akreditasi dan Sertifikasi.  

Forum ini juga menghasilkan keputusan strategis organisasi, sekaligus  mempertemukan pemerintah, asosiasi, praktisi, dan pelaku BMT untuk memperkuat arah gerakan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan penguatan kelembagaan.

Amaluddin kepada media ini menuturkan, amanah yang diembannya akan ditunaikan dengan maksimal guna menjadikan BMT sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang profesional, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus tetap berkomitmen pada pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. 

Olehnya itu, sebutnya diperlukan semangat kolaborasi, dan transformasi di era digital dalam menghadapi tantangan zaman yang sangat kompleks, serba cepat dan lahirnya kecerdasan buatan.  "Sudah saatnya BMT bertransformasi kearah sistem digitalisasi, di tengah tantangan teknologi yang semakin canggih saat ini," tuturnya.   

Sebelumnya, kegiatan terlebih dahulu digelar lokakarya nasional, dilanjutkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) INKOPSYAH BMT membahas laporan pertanggungjawaban dan rencana kerja organisasi. 

Lokakarya Nasional BMT 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi, arah kebijakan, dan langkah konkret pengembangan BMT di Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, BMT diharapkan semakin mampu menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang profesional, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus tetap berkomitmen pada pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Puncak pembukaan diisi dengan keynote speech Menteri Koperasi RI yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi, S.H., M.M., yang menegaskan posisi strategis BMT dalam ekonomi nasional.

“BMT memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjangkau sektor mikro dan memperkuat kemandirian ekonomi umat,” terangnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital sebagai keniscayaan. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar BMT tetap kompetitif dan relevan,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sun King Asia Pacific, INKOPSYAH BMT, dan BMT IDN Jakarta dalam pengembangan distribusi energi surya, serta kerja sama pilot project dengan BMT UGT Nusantara dan BMT ITQAN.

Kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Oyong Lisa dan menghadirkan sejumlah tokoh ekonomi syariah nasional.

Direktur KNEKS KH. Sholahudin Al Ayyubi menegaskan pentingnya integritas dalam pengelolaan BMT. “Integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan keberlanjutan BMT,” tegasnya.

Sedang Ketua Umum PBMT Indonesia Dra Hj Mursyida Rambe menekankan pentingnya integrasi fungsi sosial dan bisnis. “BMT harus mengintegrasikan fungsi maal dan tamwil agar mampu bertahan sekaligus memberi dampak sosial,” terangnya. AGS-INT