KENDARI – Sekretaris Jenderal Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi mengapresiasi Inkopsyah APEX Islamic Micro Finance yang telah membangun model koperasi desa/kelurahan merah putih hub berbasis ekosistem. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Inkopsyah APEX Islamic Micro Finance (IMF) di Kota Kendari, Sabtu (11/4).
Dalam kunjungan itu, Ahmad Zabadi menyampaikan langkah positif APEX-IMF mengembangkan konsep Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Hub berbasis ekosistem yang telah berjalan di Kota Kendari, diharapkan bisa membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan anggota, melalui dukungan APEX-IMF kepada KDKMP maupun koperasi non KDKMP.
Lewat pendampingan APEX-IMF, ekosistem KKMP di Kota Kendari telah terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, digitalisasi sistem layanan operasional, dukungan permodalan dan likuiditas, ekosistem suplai sembako terintegrasi, bimbingan teknis, hingga penguatan operasional.
"Model APEX-IMF ini merupakan praktik yang baik dalam transformasi koperasi modern, adaptif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. APEX-IMF telah menjadi kakak asuh bagi KDKMP," jelasnya.
Konsep tersebut, tuturnya, bisa menjadi model bagi KDKMP secara nasional, dalam rangka menjadikan KDKMP berkembang pesat, melalui peran APEX yang menjadi kakak asuh KDKMP, sekaligus sebagai koperasi hub berbasis ekosistem.
"APEX-IMF juga sebagai koperasi hub dalam ekosistem layanan keuangan, salah satunya berperan dalam rangka menjaga dan mengatur arus lalu lintas likuditas koperasi-koperasi KDKMP dan non KDKMP," terangnya.
Seperti, sebutnya, jika satu koperasi memiliki kelebihan likuiditas, maka APEX IMF bisa menempatkan kelebihan likuiditas ke koperasi yang kekurangan likuiditasnya, sehingga kegiatan koperasi tidak ada terganggu.
Untuk itu, dirinya meminta Inkopsyah APEX-IMF terus memberikan pendampingan dan penguatan ke KDKMP, sebagai kakak asuh, agar KDKMP tumbuh sebagaimana yang diharapkan pemerintah. "Kita mendukung langkah APEX-IMF, ini sebagai langkah positif bagi koperasi," ujarnya.
Pendiri Inkopsyah APEX Islamic Micro Finance Amaluddin M, ST pada kesempatan tersebut juga memperkenalkan terobosan yang telah dilakukan untuk kemajuan koperasi, baik itu koperasi merah putih maupun koperasi non merah putih.
Seperti, sebutnya, layanan transaksi keuangan koperasi yang telah terdigitalisasi, hingga bisa melakukan transaksi keuangan tidak hanya di antarakoperasi juga kesemua bank. Melakukan penarikan dan menyimpan uang di semua koperasi yang terintegrasi, hingga menghadirkan layanan mobile koperasi.
"Semuanya dilakukan secara realtime, dan termonitor melalui dashboard monitoring, yang dapat dipantau langsung oleh pemerintah, melalui Dinas Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Kemenkop," terangnya.
Sehingga tuturnya, aktifitas koperasi dapat berjalan maksimal, dan terbuka, karena terpantau secara realtime.
Pendiri BMT Amanah Sultra tersebut juga memperkenalkan layanan kartu anggota KDKMP yang telah terdigitalisasi dilengkapi NFC/RFID. Dimana kartu tersebut tidak hanya sebagai kartu anggota, namun juga sebagai alat untuk bertransaksi keuangan anggota koperasi.
"Bersama PT USSI, kami juga telah ditetapkan sebagai tech provider untuk digitalisasi KDKMP di Provinsi Sultra, dan beberapa provinsi, melalui Gantari" ujarnya.
Oleh itu, dirinya meminta Dinas Koperasi Prov Sultra dan Kab/Kota bisa lebih memaksimalkan lagi koordinasi dan dukungan untuk mensukseskan program nasional.
Ditempat yang sama Direktur APEX IMF Agus Syahlan Tohamba menyampaikan apresiasi atas kedatangan Sekjen Kemenkop RI di kantor APEX Islamic Micro Finance dalam rangka kunjungan kerja, untuk melihat dan berdialog langsung dengan pengurus Inkopsyah APEX Islamic Micro Finance.
"Kunjungan ini boleh dikatakan sebagai kunjungan bersejarah, karena dibalik padatnya kegiatan, Pak Sekjen memilih untuk melakukan kunjung kerja langsung ke Kantor APEX IMF. Dengan begini kami bisa berdiskusi langsung dan mendengarkan arahan dan masukan terkait KDKMP" ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sekitar 9 (sembilan) Ketua Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang mewakili 65 KKMP di Kota Kendari, yaitu Wundumbatu, Anggalomelai, Lepo-lepo, Lalolara, Mataiwoi, Wuawua, Bende, Korumba, Matabubu. Diskusi berlangsung produktif dengan fokus pada penguatan konsep Koperasi HUB KKMP serta perkembangan terkini Program Strategis Nasional Koperasi Merah Putih. **